Selasa, 15 Mei 2012

 Karyawan SPBU Dirampok, Rp 100 Juta Amblas
 
ILUSTRASI
JAKARTA — Enam  perampok berkendaraan tiga sepeda motor menghadang karyawan stasiun pengisian bahan bakar untuk umum, Kukuh Rahamsyah (27) dan Wandi (43), yang tengah berboncengan motor di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin siang kemarin. Tas ransel hitam karyawan SPBU itu, yang berisi uang tunai Rp 100 juta, dirampas komplotan rampok tersebut.
Berdasarkan informasi dari aparat Polda Metro Jaya, Selasa pagi, dua  korban itu adalah karyawan SPBU 4317133 yang beralamat di Perumnas III Aren Jaya, Bekasi. Keduanya hendak menyetorkan uang hasil penjualan BBM ke bank.
Sesampai di Jalan KH Agus Salim, motor yang dikendarai keduanya mula-mula  dihalang-halangi lajunya oleh sebuah motor yang dikendarai dua orang. Kukuh yang mengemudikan motor tetap berupaya menjaga keseimbangan laju motornya.
Namun, dua motor lainnya ikut memepet laju motor korban. Lalu, pembonceng motor itu mengeluarkan senjata tajam dan menikamkan senjata itu ke lengan kanannya. Motor yang dikemudikan Kukuh pun oleng dan kedua korban jatuh bersama motornya.
Pelaku lainnya segera mengancam dan merampas ransel hitam yang disandang Wandi. Komplotan rampok itu segera tancap gas dengan membawa uang rampokannya ke arah Mekar Sari.
Korban melapor ke Polsek Bekasi Timur dan polisi membawa Kukuh ke RSUD Bekasi untuk divisum. Warga asal Purworejo, Jawa Tengah, itu menderita luka tusuk di tangan kanan dan sabetan senjata tajam di telapak tangan.

Minggu, 13 Mei 2012

 Polisi Kejar Pengunggah Foto Palsu Korban Sukhoi
 
 Komisaris Besar Boy Rafli Amar
JAKARTA - Lantaran mengunggah foto korban kecelakaan dari sebuah situs, seorang berinisial YS dalam pengejaran Kepolisian RI. YS mengunggah foto palsu yang disebutnya sebagai korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Karena perbuatannya foto yang beredar lewat BlackBerry Messanger dan jejaring sosial itu meresahkan warga.
YS mengunggah foto palsu yang disebutnya sebagai korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Karena perbuatannya foto yang beredar lewat BlackBerry Messanger dan jejaring sosial itu meresahkan warga.
-- Boy Rafli Amar
"Karena merugikan masyarakat dan keluarga korban, kami akan lakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap YS," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Minggu (13/5) di Rumah Sakit Polri Sukanto, Jakarta Timur.
Foto yang diunggah YS merupakan korban kecelakaan pesawat Air Blue asal Pakistan. Ketika mengunggah foto tersebut, YS menyebut bahwa mereka korban kecelakaan pesawat Sukhoi. Namun belum ada penjelasan mengenai identitas YS lebih jauh.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Roy Suryo mengatakan YS mengambil foto tersebut dari situs Brazil. Isi situs tersebut mengenai korban kecelakaan darat, laut, dan udara. Sangat memungkinkan bagi siapa saja mengunggah foto di situs itu untuk kepentingan apapun.
Hasil penelusurannya, YS menutup akun twitternya sendiri pada hari Sabtu (12/5/2012) malam. Namun demikian Roy mengaku sudah memiliki rekam jejak YS. Jika dibutuhkan dia siap membantu kepolisian untuk memberikan data mengenai YS. Dia meminta siapa pun agar tidak menyalahgunakan teknologi informasi. Sebab sudah ada undang-undang yang mengatur mengenai hal itu.

Jumat, 11 Mei 2012

 Tentara Dibacok Perampok
 
 ILUSTRASI
JAKARTA -  Kepala belakang Sersan Dua Eko Ginanjar Ariansyah (24) dibacok perampok motornya di jembatan layang depan Apartemen Kalibata City, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/5/2012) pagi kemarin. Ia dirawat di RS Budi Asih.

Kejahatan yang menimpa staf Dinas Bimbingan Mental TNI AD ini terjadi ketika korban hendak pulang ke rumah di Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Tuimur. Ia dari kantornya di Matraman, Jakarta Timur dengan mengendarai motornya, Yamaha V-Xion.

Sampai di jembatan layang itu, enam orang mengendarai tiga motor memepet laju motor korban, Akibatnya, korban merem laju motornya. Tiga motor pemepetnya juga berhenti. Salah seorang dari penumpang motor itu mematikan, lalu mencabut kunci kontak motor korban.

Korban mencoba merampas kembali kunci kontak tersebut, tetapi pelaku lainnya menarik helm korban hingga helm tersebut lepas dari kepalanya. Lalu pelaku lainnya mengeluarkan golok dan membacokan ke kepala belakang korban. Korban pun langsung jatuh dengan luka bacok di kepalanya.
Komlotan perampok itu lalu merampas motor korban. Korban yang tergeletak di jalan, beberapa saat kemudian dibantu warga yang kebetulan melintas di jalan itu.
 Berhantam di Diskotek, WN Iran Terancam Dipenjara
 
 ILUSTRASI
JAKARTA — Dolati Jelogir Amir alias Alex, warga negara Iran, terpaksa menjalani status terdakwa dan diadili. Ia dituduh melakukan penganiayaan atas WNA lainnya, Juan Luis Lillo Jara, asal Cile, di Diskotek Dragon Fly, Plaza BIP, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
"Perbuatan terdakwa sebagaimana tersebut di atas diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 (1) KUHP," kata jaksa penuntut umum (JPU) Johan Nepa Bureni saat membacakan dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/5/2012).
Tindakan terdakwa tergolong penganiayaan yang diancam hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami cedera pada bagian wajah dan punggung. "Oleh karena hal-hal tersebut terjadilah penyakit dan halangan untuk melakukan pekerjaan dan jabatan untuk sementara," kata JPU.
Dua warga negara asing itu terlibat perseteruan karena seorang wanita berinisial EEM. EEM adalah mantan pacar terdakwa yang pada saat kejadian sedang menjalin hubungan dengan korban.
Saat kejadian pada Minggu, 24 Oktober 2010 dini hari, korban bersama EEM dan tiga rekan lain, seorang pria WNA dan dua wanita WNI, sedang mengobrol di salah satu meja di diskotek itu. Saat itu terdakwa Dolati lalu lalang di sekitar meja tersebut dan terus-menerus menyenggol lengan EEM, mantan pacarnya.
Tindakan itu tidak digubris si wanita itu. Karena tak dihiraukan, terdakwa kemudian berhenti dan menyalami salah seorang rekan korban bernama Claudio Martinez Gallardo. Melihat hal itu, EEM pindah dan berdiri ke belakang korban. Juan kemudian mencoba ikut bergabung dalam pembicaraan antara terdakwa dan Claudio serta seorang WNI berinisial R.
Terdakwa yang diduga terbakar cemburu enggan menanggapi sapaan korban. Pria kelahiran Karaj, Iran, itu malah melontarkan makian, "F*** you," kepada korban. Tak terima, korban pun membalas dengan makian yang sama. Terdakwa marah dan langsung membenturkan kepalanya ke wajah korban yang mengakibatkan darah keluar dari hidungnya.
Juan kemudian membalas dengan pukulan dan langsung dibalas terdakwa dengan pukulan sambil merangkul korban. Keduanya kemudian terjatuh ke lantai dengan posisi korban berada di bawah. Kemudian terjadilah aksi tukar-menukar pukulan yang berujung cederanya korban.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Juan Luis Jara ke SPK Polda Metro Jaya pada keesokan harinya. Dolati pun kemudian dipanggil untuk proses pemeriksaan. Namun, ia tidak ditahan oleh penyidik maupun penuntut umum.

Kamis, 10 Mei 2012

Bisnis Kayu Bangkrut, Lulusan Amerika Bikin Pabrik Narkoba
 
 ILUSTRASI sabu-sabu
JAKARTA — Sebuah rumah di perumahan Citra Indah 2 Blok G1 Nomor 24, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (9/5/2012), digerebek Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil meringkus satu tersangka berinisial RH.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di lokasi pabrik sabu itu, tersangka RH merupakan lulusan sebuah perguruan tinggi di California, Amerika Serikat. Beberapa tahun lalu, RH memiliki bisnis yang bergerak di bidang jual-beli kayu. Namun, seiring berjalannya waktu, bisnis yang dirintisnya mengalami kebangkrutan. RH lalu banting setir ke bisnis narkotika jenis sabu.
Di rumah kawasan Citraland 2, Kalideres, yang telah disewa selama enam bulan, RH mulai meramu barang haram tersebut untuk diperjualbelikan. Dugaan sementara, RH melakukan bisnis barunya itu seorang diri. Saat digerebek, RH tidak mendiami rumah sekaligus pabrik barang haramnya sendirian. Tersangka tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang baru berusia satu tahun.
Amoy, seorang tetangga tersangka yang ditemui wartawan di lokasi penggerebekan, mengungkapkan kekagetannya saat rumah yang berdekatan dengannya ternyata merupakan pabrik sabu. Amoy mengungkapkan, keluarga HR merupakan keluarga yang ramah dan akrab dengan tetangga sekitar. "Orangnya baik, kok, sopan lagi. Eh, enggak tahunya penjahat," ujar Amoy.
Penggerebekan yang dipimpin oleh Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Sujatmoko itu berhasil menemukan barang bukti berupa sabu siap edar seberat 30 gr, uang senilai Rp 100 juta, serta sabu cair sebanyak 1 liter.

Rabu, 09 Mei 2012

Pencuri Beraksi di Area Parkir Bandara
 ILUSTRASI
TANGERANG- Hati-hati kalau parkir di area parkir Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, pencuri juga berkeliaran di area parkir tersebut.
Selasa (8/5/2012) malam tadi, sebuah mobil Toyota Avanza warna coklat silver milik Rudi Ilmi yang diparkir di Terminal 2 F menjadi sasaran aksi pencurian. Sebuah tas berisi dokumen penting dalam mobil raib digondol maling. Modusnya, pelaku memecahkan kaca mobil yang diparkir.
Pemilik mobil baru mengetahui kehilangan tas saat ia kembali ke areal parkir. Saat itu, kaca samping kiri bagian belakang mobilnya pecah berantakan. Kejadian itu dilaporkan Rudi kepada Pos Polisi Terminal 2 Bandara itu.
Sampai Rabu pagi ini, petugas Kepolisian Resor Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih menyelidiki kasus itu.

Selasa, 08 Mei 2012

Keributan di 7-Eleven Salemba, Pengunjung Kocar-Kacir
 
Bercak darah menjadi saksi keributan antar-remaja di 7-Eleven Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2012) dini hari. 
JAKARTA - Kenakalan remaja kembali meresahkan. Sekelompok pemuda asal etnis tertentu diserang puluhan warga di convenience store 7-Eleven, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2012) dini hari.
Sedikitnya dua remaja terluka parah kena sabetan samurai. Perang pun terjadi. Pecahan kaca-kaca botol bir berserakan, bangku-bangku acak-acakan.
Akibat peristiwa yang mendadak ini, puluhan pengunjung toko ini ikut lari kocar-kacir. Sekelompok warga Salemba ini menyerang segerembolan pemuda dari etnis tertentu yang tengah nongkrong di toko 24 jam ini. Sebagian pemuda itu menyerang dengan menggunakan senjata tajam.
Kejadian ini terjadi sekitar Pukul 01.00 WIB. Itu bermula dari ulah seorang pengunjung dari segerombolan etnis tertentu berbuat kegaduhan dengan berteriak-teriak, bahkan menendang kursi-kursi di tempat nongkrong anak-anak muda itu. Diduga, ia mabuk. Tiba-tiba, dalam sekejap, sekelompok orang langsung menyerangnya.
Para penyerang ini membawa balok kayu, sebagian senjata tajam macam pedang dan samurai. Lalu, perkelahian pun dimulai.
Menurut Dedi Supriadi, satpam setempat, sedikitnya dua remaja terluka parah kena sabetan samurai. Perang pun terjadi. Pecahan kaca-kaca botol bir berserakan, bangku-bangku acak-acakan.
Pengunjung yang dini hari itu ramai langsung berhamburan ke berbagai penjuru karena panik dan khawatir terkena dampak keributan remaja itu. Kelompok warga yang mengamuk itu lalu sempat mencoba memecahkan kaca toko dengan bangku dan batu tanpa alasan yang jelas.
Sejumlah pengunjung pun mengaku kehilangan telepon selulernya karena sibuk menyelamatkan diri dari kejadian yang berlangsung sekejap mata itu.
Peristiwa itu tidak berlangsung lama karena dua mobil polisi yang tengah patroli langsung meluncur ke lokasi setelah warga melaporkan kejadian itu. Menurut Dedi, satu orang yang diduga menjadi biang keributan ini telah digelandang polisi.